Jasa Desain Rumah Asri | Reds Property

Jasa Desain Rumah Asri

Sobat, pasti kita memiliki  impian untuk mempunyai rumah. Rumah idaman, tempat dimana kita pulang dan membina keluarga dengan baik.

Semoga impian kita di kabulkan ALLAH SWT, karena Allah Maha Kaya, dan ALLAH akan memberikan rizki pada hamba yg dikehendaki-NYA di saat yg tepat.

Nah, bicara soal rumah. Sambil menyiapkan doa kita di-ijabah ALLAH, Sobat perlu tahu faktor penting dalam membangun hunian rumah.

Kedua faktor ini yang akan menyelamatkan kita dari Boncos (rugi) selama proses pembangunan.

Sering tidak, kita temui, belum selesai proses pembangunannya, duit sudah habis. Akhirnya pembangunan terpaksa ditunda hingga waktu yang tak bisa ditentukan. Akhirnya jadi terbengkalai.

Atau ketika kita membeli material tidak sesuai yang kita inginkan, atau malah belanja yang tidak dibutuhkan. Dan bahkan banyak sisa material yang terbuang sia-sia.

Pengennya sih bangun sendiri bisa hemat. Eh, jatuhnya boncos cos. mending kalau boncosnya ratusan ribu, ini bilangannya sudah jutaan bahkan puluhan juta.

Ngeri banget kan?

Nah, kejadian yang saya paparkan di atas, sudah lazim fenomena yang terjadi di masyarakat.

Wajar, karena kebanyakan mereka tak begitu melek masalah pembangunan. Serahin ke tukang aja, pengennya beres. Eh, tahunya malah ga beres, molor-lah, kualitas bangunannya jelek dsb.

Sekali lagi wajar.

Karena dari kita tidak ada kontroling. Dari mulai material, upah tukang, hingga standard pengerjaan.

Wajar, karena kita tak punya patokan.

Lalu, apa dong patokannya? Patokannya 2 hal yang harus dimiliki sama sobat yang punya impian membangun rumah.

  1. Gambar Desain Rumah

Melingkupi gambar 3 dimensi bangunan, denah bangunan & gambar kerja (arsitektur & struktur)  yang aplikatif bisa dilaksanakan oleh tukang.

  1. RAB

Singkatan dari Rancangan Anggaran Biaya. Yaitu perhitungan banyaknya biaya yang diperlukan untuk bahan & upah, serta biaya2 lain yang berhubungan dengan pelaksanaan pembangunan.

Jadi, kita dapat mengetahui estimasi atau perkiraan biaya total yang dibutuhkan untuk menyelesaikan proyek tersebut.

Nah, saran saya, miliki 2 hal diatas sedari sekarang. Buat yang segera membangun rumah biar gak terlanjur Boncos. Buat impian jangka panjang membangun rumah, biar ada gambaran harga bangunan berapa. So, sobat semangat untuk menabung.

Karena kita pun tak tahu, Kapan ALLAH memberikan nikmat kesempatan untuk memiliki hunian. Yang kita lakukan sekarang adalah memantaskan diri untuk menerimanya.

Bukankah orang yang sudah menyiapkan lebih meyakinkan untuk menerima daripada yang tidak?

Bagi anda yang berkeinginan membangun rumah tinggal, perlu memperhatikan hal-hal berikut ini agar tidak terjadi kerugian finansial berlebih atau halhal yang tak diinginkan lainnya.

Meskipun, anda awam dalam hal proyek konstruksi, selama anda mau belajar, maka hal yang awam pun bisa dipelajari. Kuncinya, jangan meremehkan
hal kecil & hal yang belum anda tahu. Jika anda punya kenalan arsitek, sipil anda bisa berkonsultasi sebelum membangun.

Nah, hal apa saja yang perlu anda perhatikan, berikut ulasannya :

1. Kenali Lahan Rumah Anda

Lahan adalah dimana rumah Anda nanti berpijak. Mengenal lahan adalah hal yang penting.

Yang pertama adalah jenis tanah. Tanah memiliki karakteristik yang berbeda. Dan hal tersebut berpengaruh pada tipe konstruksi dasar bangunan.

Untuk tanah berpasir, masalah yang sering muncul adalah pondasi yang sering mengalami penurunan yang tak merata. Oleh karena itu sebelum dibuat pondasinya, terlebih dulu dilakukan tes seperti SPT.

Untuk tanah liat atau tanah berlumpur, tanah ini memiliki karakteristik mengandung air jenuh. Agar tidak mudah terjadi penurunan maupun keretakan dinding, lantai & bagian bangunan lainnya, diperlukan struktur pondasi dalam.

Untuk tanah lanau, yaitu perpaduan antara pasir & tanah liat. Karakteristik tanah ini gembur dan kurang padat (longgar). Bila dipakai membuat pondasi, bisa mengakibatkan terjadinya penurunan yang dalam. Sehingga dihindari lahan dengan tipe tanah ini.

Begitu pun dengan tanah organik. Tanah ini memiliki karakteristik gembur. Tanah tipe ini tidak baik untuk lokasi konstruksi bangunan, karena tingkat penurunan pondasi sangat besar & menimbulkan resiko bangunan turun. Meskipun dilakukan pemadatan berulang, namun tipe tanah ini sangat susah untuk keras & kuat.

Ada pula tanah timbunan. Jenis tanah yang satu ini merupakan pindahan material tanah dari lokasi lain. Biasanya memiliki karakteristik yang lebih keras dari tanah yang diberi timbunan. Meskipun begitu, perlu kiranya dilakukan tes uji kelayakan daya dukung tanah (bisa dengan sondir) atau dilakukan pemadatan tanah terlebih dahulu.

Terakhir adalah tanah batu. Dibandingkan dengan tipe tanah lain, tanah jenis ini memiliki kapasitas daya dukung yang paling bagus. Jika tanah tersebut berupa batuan kapur, maka perlu dilakukan uji, karena sifat batuannya yang berongga.

Nah, selain mengetahui tipikal tanah, anda juga perlu memastikan bahwa lahan anda bukan merupakan lahan sengketa. Pastikan bahwa lahan tersebut memiliki sertifikat asli dari pemilik. Jika ragu, anda bisa membuktikannya melalui BPN (Badan Pertanahan Nasional), apakah sertifikat tersebut punya si pemilik atau bukan.

Lalu cek lingkungan sekitar ya, untuk mengetahui apakah rumah nanti yang Anda bangun tidak menutupi akses rumah tetangga. Apakah anda perlu untuk menyisihkan sedikit tanah untuk fasilitas social lingkungan tersebut.

2. Gambar Bangunan Yang Akan Dibangun

Gambar bangunan adalah gambar yang dijadikan patokan oleh anda & tukang dalam membangun di lapangan. Gambar ini berupa perspektif 3D & gambar kerja yang meliputi layout (denah), tampak, potongan, struktur pondasi dll.

Mengapa gambar bangunan harus anda miliki? Agar anda memiliki patokan yang jelas, seperti apa rumah yang Anda bangun nanti. Tukang juga tak asal bangun, karena semuanya sudah ada patokannya di gambar. Mulai dari perletakan kusen, pemilihan ukuran keramik, desain tampak muka bangunan, perletakan saniter, kebutuhan lampu dll.

Gambar inilah yang nanti dijadikan acuan untuk merancang anggaran biaya. Sehingga anggaran biaya bangunan tidak membengkak tak terkendali.

3. RAB

Pastikan anda memiliki RAB.
Apakah itu RAB?
RAB adalah singkatan dari Rancangan Anggaran Biaya. Yaitu perhitungan banyaknya biaya yang diperlukan untuk bahan & upah, serta biaya-biaya lain yang berhubungan dengan pelaksanaan pembangunan.
Sehingga, dengan adanya RAB ini anda dapat mengetahui estimasi / perkiraan total biaya yang diperlukan untuk mendirikan bangunan rumah.

Syarat membuat RAB yang baik & rinci adalah dengan terlebih dulu memiliki gambar kerja bangunan rumah yang akan dibahas di poin selanjutnya.

Jika anda belum mampu menghitung RAB, Anda bisa menggunakan jasa arsitek/sipil yang sudah berpengalaman dalam menghitung RAB.

4. IMB

IMB singkatan dari Izin Mendirikan Bangunan. Yaitu perijinan yang harus diurus saat akan membangun, melakukan perluasan, mengubah, mengurangi atau merawat bangunan.

IMB ini biasanya dikeluarkan oleh pemerintah daerah sesuai dengan Peraturan Pemerintah Dalam Negeri No.32 tahun 2010 & Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat RI No 05/PRT/M/2016 tentang Izin Mendirikan Bangunan Gedung.

Memiliki IMB ini sangat penting. Mengapa?

Pertama, IMB telah diatur dalam perundang-undangan.

Kedua, dengan memiliki IMB, maka anda akan mengetahui informasi tentang peruntukan lahan yang akan Anda dirikan bangunan diatasnya. Sehingga, IMB ini bisa menjadi bukti bahwa bangunan yang anda dirikan itu aman & telah sesuai dengan peruntukan lahan yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

Ketiga, IMB menjadi salah satu syarat untuk mendapatkan pelayanan umum seperti listrik, air, telepon, dll.

Keempat, jika Anda berencana menjual rumah Anda yang sudah ber IMB, maka harga jualnya bisa lebih tinggi dibanding dengan yang tidak memiliki IMB.

Kelima, jika Anda tidak memiliki IMB, maka Anda bisa terkena sanksi, dan yang paling buruk, bangunan rumah anda bisa di bongkar.

5. Pilih Tukang Yang Berkompeten

Sekarang, banyak sekali tukang bangunan yang tersedia. Namun, Anda harus jeli dalam memilih tukang. Anda bisa bertanya kepada tetangga atau kenalan yang sudah menggunakan jasa mereka sebelumnya.
Lalu, lihatlah hasil karya yang pernah mereka bangun. Jika memungkinkan kunjungi langsung. Periksa hasilnya dengan cermat. Apakah rapi ataukah asal?

Ada 2 jenis tipikal kerjasama, ada borongan & harian.

Pekerjaan dengan sistem borongan adalah semua pekerjaan yang dilakukan nanti, akan dihitung & sudah ditentukan harga di awal kerja dan disepakati oleh kedua belah pihak yaitu pemborong dan anda selaku pihak yang ingin membangun rumah. Jika ada pekerjaan tambahan pada saat pelaksanaan, maka akan dimasukkan sebagai pekerjaan tambahan.

Dalam sistem ini, batas waktu tidak menjadi masalah untuk pemilik. Karena sudah sepenuhnya menjadi tanggung jawab pemborong. Kita hanya terima jadi, tanpa ada biaya harian lagi terkait upah tukang.

Nah, untuk menghindari adanya hal-hal yang tak diinginkan, maka pembayaran biasanya dilakukan per termin. Jadi, tidak diberikan semuanya di awal kepada pemborong. Pemborong akan menerima pembayaran dari Anda sesuai prestasi pencapaian proses pembangunan yang telah disepakati.

Lalu, ada pekerjaan sistem harian. Yaitu pekerja akan dibayar sesuai dengan banyaknya hari tukang tersebuta bekerja. Pembayaran biasanya dilakukan seminggu sekali.
Nah, setiap tipe pekerjaan itu pasti ada plus minusnya ya.

Ada pula yang namanya sistem borongan lepas & tak lepas. Di sistem borongan lepas, Anda tak perlu lagi memberikan makan, rokok dsb. Berbeda dengan sistem borongan tak lepas. Anda masih harus menyediakan untuk tukang itu rokok, camilan, makan dsb.

6. Persiapkan Dana

Ketersediaan dana adalah hal yang krusial dalam konstruksi.

Kekurangan dana bisa menghambat proses konstruksi yang sedang berlangsung.

Pembangunan bisa tertunda, akibatnya, proses pembangunan selanjutnya bisa lebih mahal. Apalagi jika konstruksi terhenti dalam jangka waktu yang lama.

Anda harus mengeluarkan dana lebih untuk proses pembersihan bangunan & perawatan.
Saat merencanakan membangun rumah, setidaknya anda harus memiliki cadangan dana 10% dari keseluruhan biaya pembangunan (RAB).
Hal tersebut untuk mengantisipasi adanya pembengkakan biaya karena meningkatnya harga material bangunan serta hal-hal yang terjadi di luar perkiraan.

Produk Jasa Desain Rumah Asri

Product Knowledge Jasa Desain Rumah Asri

Dalam produk kami sudah terdapat kumpulan desain khusus di lebar lahan 6 sampai 10 meter (dengan panjang ke belakang bisa disesuaikan). Nah, untuk konsumen yang nanti membeli produk ini, bisa berkonsultasi seputar masalah huniannya, bisa di grup khusus maupun japri.

Produk ini berupa DVD ini berisi sekumpulan desain gambar rumah tinggal, lengkap beserta rancangan anggaran biaya pembangunannya.

Yang terangkum dalam format JPEG, PDF, Mp4.

Berikut penjelasan isi produk:

  1. 3D bangunan

Dengan 3D bangunan, konsumen akan tergambar bentuk bangunan rumah secara keseluruhan, lengkap dengan warna cat, & material bangunan lainnya.

Bentuk file          : JPEG & MP4

2. Gambar kerja

Gambar kerja ini menjadi panduan langsung tukang bangunan. Lengkap dengan ukuran detail rumah.

Bentuk file          : PDF

3. RAB

Singkatan dari Rancangan Anggaran Biaya. Yaitu perhitungan keseluruhan biaya pembangunan, mulai dari harga material sampai upah tukang.

Bentuk file          : PDF

Contoh Desain Jasa Desain Rumah Asri

Berbagai Contoh Desain Rumah Asri
6×15 m (Lantai 1 & 2)
7×20 m (Lantai 1 & 2)
8×20 m (Lantai 1 & 2)
9×20 m (Lantai 1 & 2)
10×20 m (Lantai 1 & 2)

Hubungi Kami

WA : 0822-1069-6229 (Simpati)

Silakan Konsultasikan Masalah Anda Bersama Kami

Membangun Rumah Jadi Lebih Asyik

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *